fbpx

                                                                     0 tokped                    0 bukalapak                0 lazada             0 shopee

                                                          Tokopedia            Bukalapak           Lazada          Shopee

Salah satu area yang tepat untuk membincangkan ide-ide seputar terobosan teknologi. Berada di kalangan mahasiswa membuat satu sosok dan lainnya mampu berkolaborasi menciptakan temuan berdaya guna. Termasuk bagi sektor otomotif. Sebutlah misalnya penggunaan batok kelapa sawit untuk dijadikan material penyusun helm berstandar SNI atau Standar Nasional Indonesia. Demikian pula temuan tentang material alternatif bagi penyediaan bahan bakar rendah emisi.

1. Gelar Reli KBL, Mobil dan Motor PUI-SKO ITS Tembus 900 km

Dikutip dari laman resmi kampus, its.ac.id, perguruan tinggi yang berlokasi di kawasan Keputih, Sukolilo, Surabaya ini menggelar reli Surabaya - Jakarta dengan persinggahan beberapa kota. Antara lain Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Solo, Yogyakarta, Tasikmalaya dan Bandung. Total jarak yang ditempuh adalah 980 km, dengan peserta terdiri dari tim peneliti, individu serta perusahaan yang memiliki kendaraan listrik.

Warga melihat mobil listrik peserta Jambore Kendaraan Listrik Nasional saat singgah di kantor PLN Solo, Jawa Tengah, Kamis (29/8/2019). Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggelar Jambore Kendaraan Listrik Nasional dengan berkeliling mengendarai purwarupa mobil listrik karya anak bangsa dari ITS Surabaya menuju Jakarta [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj].

Reli ini memperebutkan piala penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi atau Kemenristekdikti dan diikuti oleh sembilan mobil listrik dan enam sepeda motor listrik. Atau seluruhnya adalah termasuk dalam kategori Kendaraan Bermotor Listrik (KBL)

ITS sendiri menampilkan tunggangan berteknologi battery pack dan Battery Management System (BMS) yang dikembangkan lanjut oleh PUI-SKO ITS bersama Pertamina. Dari kedua belah pihak, terciptalah prototipe battery swap station dan battery charging system.

Jumlah baterai untuk pemakaian KBL kreasi ITS bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Desain battery pack dilengkapi ID system, static memory storage dan over-temperature protection sehingga bisa digunakan dalam sistem Penukaran Battery Pack (Swap Station) tadi.

 

"Kerja sama ini adalah dukungan Pertamina dalam pengembangan energi alternatif sesuai dengan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia. Pertamina terus berupaya mengembangkan beragam energi alternatif," demikian pernyataan Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication Pertamina, seperti dikutip dari its.ac.id.

Pelepasan peserta Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019 dilakukan oleh Wakil Rektor 3 Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi dan Sistem Informasi ITS, Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah MEng. Sedangkan opening dilakukan dengan parade KBL ITS menuju tempat-tempat ikonik di Kota Surabaya. Diteruskan scrutineering atau pemeriksaaan kelayakan sebelum bertanding yang diwajibkan dalam kejuaraan reli.

2. Cadangan Bahan Bakar Fosil Menipis, UGM Bikin Mobil Listrik Yacaranda

Menipisnya cadangan bahan bakar fosil membuat banyak negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, berlomba-lomba untuk melakukan penghematan dengan cara mengembangkan teknologi berbasis energi terbarukan untuk menghasilkan listrik.

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka tak mau ketinggalan berpartisipasi.

Sebagai langkah konkret, tim Mobil Listrik Yacaranda didirikan pada awal tahun 2013 oleh mahasiswa Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada untuk turut berinovasi dalam penghematan bahan bakar fosil.

Tim Mobil Listrik (Molis) Yacaranda berdiri di bawah naungan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada.

"Kami memiliki misi untuk memberikan solusi bagi masalah energi nasional dengan mengembangkan mobil listrik," urai Syamsul Ma'arif, perwakilan tim Yacaranda dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (30/8/2019).

 
Mobil listrik Tim Yacaranda UGM Yogyakarta. (Dokumentasi UGM Yogyakarta)

Di tahun 2019 ini, Tim Molis Yacaranda sudah menghasilkan dua buah mobil mini formula, yaitu “Super Sekip EV-1” yang dirancang dan dibuat pada tahun 2017. Mobil tersebut bahkan telah diikutkan dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia ke-IX di Politeknik Negeri Bandung.

Dalam kompetisi tersebut, “Super Sekip EV-1” mendapat urutan 6 dari total 24 tim yang berpartisipasi. Selain itu, pada kategori tambahan, Tim Molis Yacaranda berhasil mendapatkan penghargaan untuk kategori poster dan presentasi terbaik.

Di tahun 2018, tim ini mendapat dukungan dari PLN. Tim Molis Yacaranda mengalami perubahan nama menjadi Yacaranda PLN EV Team. Tim ini kemudian mengembangkan mobil listrik berikutnya yang diberi nama “Super Sekip EV-2”.

Tim tersebut terus melakukan continuous improvement serta perombakan besar-besaran baik dari segi desain maupun analisis data yang dilakukan terhadap “Super Sekip EV-2” dengan misi untuk memperbaiki produk dari tahun sebelumnya.

Secara selektif, tim ini melakukan improvement terhadap kualitas pemilihan material yang digunakan serta pengembangan teknologi mulai dari battery, user interface, dan monitoring data.

"Hasilnya, “Super Sekip EV-2” berhasil meraih Juara 3 Kategori Kecepatan pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia ke-X," tambah Syamsul.

Saat ini, Tim Molis Yacaranda sedang berproses untuk memproduksi “Super Sekip EV-3”. Mobil listrik ini merupakan produk riset terbaru Tim Molis Yacaranda sebagai bentuk continuous improvement-nya.

Mobil ini berfokus pada sumber energi menggunakan baterai Lithium Titanate Oxide dan sistem monitoring menggunakan IoT (Internet of Things). Sebagaimana diketahui, teknologi IoT sedang diunggulkan di Revolusi Industri 4.0 ini. Metodenya dengan penggunaan modul Wi-Fi, sistem monitoring jarak jauh dilakukan menggunakan sinyal internet.

Pada mobil “Super Sekip EV-3” rancangan Tim Molis Yacaranda ini, pihak UGM mengharapkan untuk tidak hanya menjuarai Kompetisi Mobil Listrik Indonesia, tetapi juga menjadi solusi positif bagi masalah energi nasional.

3. Temuan Seru: Putra Bangsa Ciptakan Helm dari Tandan Kelapa Sawit

Material penyusun helm konvensional dalam mendukung unsur safety saat naik kendaraan bermotor terbagi menjadi dua bagian. Yaitu batok luar yang keras, terbuat dari plastik polycarbonate, fiberglass, atau Kevlar. Sementara bagian dalam berbahan empuk namun tebal, menggunakan kelompok polystyrene atau polypropylene yang disebut sebagai busa EPS. Berfungsi untuk menyangga kepala serta mengamankannya ketika terjadi benturan.

Nah, seperti diwartakan oleh kantor berita Antara, Kawasan Sains dan Teknologi atau Science Techno Park dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan helm berbahan tandan kosong kelapa sawit.

Cal Crutchlow memamerkan helm balap keren bermotif Batman. (<a href=

Kerennya lagi, material ini mempunyai kekuatan menahan benturan yang lebih tinggi dibandingkan helm standar.

"Kami mengembangkan produk ramah lingkungan, salah satunya bahan dari tandan kosong kelapa sawit untuk pembuatan yakni helm," kata Muhammad Hendra Wibowo, staf di bawah Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual IPB, yang ditemui di pameran Ritech Expo 2019, dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, Bali, Selasa (27/8/2019).

Disebutkan bahwa helm berbahan tandan kosong kelapa sawit itu telah lolos pengujian Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nomor SNI 811/2007/Amd1:2010.

Adapun teknis penyusunan helm adalah menggunakan polimer ABS recycle dan serat tandan kosong kelapa sawit, yang mampu meredam energi tumbukan akibat benturan.

"Bahkan kekuatan benturan juga lebih baik atau setara dengan helm berkualitas tinggi dengan harga sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu lebih, jadi sudah di atas standar helm yang memiliki SNI," tutur Muhammad Hendra Wibowo.

Ia menambahkan bahwa helm itu belum banyak diproduksi namun sudah dipasarkan secara daring atau dalam jaringan namun masih secara terbatas. Dan hingga kini masih dilakukan pembinaan terhadap perusahaan rintisan atau startup yang akan memproduksi peranti pelindung kepada ini kepada masyarakat.

Di samping itu, pihaknya juga sedang menjajaki kerja sama dengan Gojek untuk pemanfaatan helm berbahan tandan kosong kelapa sawit itu untuk mitra driver mreka.

Peranti pelindung kepala temuan anak bangsa ini juga telah diajukan permohonan patennya pada 2016, sedangkan untuk merek atau brand adalah setahun kemudian, 2017. Dan selain dipamerkan di Tanah Air, juga sudah ditampilkan di Jerman.

4. Bantu, Aplikasi Layanan Otomotif dari Universitas Gadjah Mada

Bila ada warga kampus mengalami kondisi darurat, semisal dalam sektor otomotif yaitu kondisi aki sepeda motor soak atau mesin mobil overheating, harapannya pertolongan bakal cepat datang. Inilah antara lain fungsi aplikasi "Bantu".

Peluncuran aplikasi "Bantu" bagi civitas academica Universitas Gadjah Mada [ugm.ac.id].

Dikutip dari kantor berita Antara, aplikasi "Bantu" baru saja diluncurkan oleh Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan usaha rintisan mahasiswa. Tujuannya menjamin keamanan dan keselamatan civitas akademika di lingkungan UGM.

"Aplikasi ini akan menghubungkan civitas akademika UGM yang sedang mengalami keadaan darurat, dengan petugas PK4L terdekat secara "realtime" berbasis GPS," papar Ghilman Nafadza Hakim, Koordinator Pengembangan Aplikasi "Bantu" saat jumpa pers di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Kamis (25/7/2019).

Disebutkannya, bahwa penggunaan aplikasi "Bantu" cukup sederhana. Civitas akademika hanya perlu mengunduh dan menginstal aplikasi dari Playstore dan Appstore, lalu login menggunakan akun gmail atau Facebook serta memasukkan nomor telepon.

"Ketika pengguna aplikasi membutuhkan bantuan, lakukan "order" di layanan aplikasi yang akan diterima oleh petugas dengan posisi paling dekat lokasi kejadian," kata Ghilman Nafadza Hakim

Adapun layanan utama yang diberikan oleh aplikasi "Bantu" meliputi sektor keamanan, medis, pemadam kebakaran, dan otomotif.

"Civitas akademika akan dilayani oleh petugas PK4L untuk layanan keamanan dan pemadam kebakaran, sedangkan layanan medis penanganan awal tetap dilakukan petugas PK4L namun akan dilakukan rujukan ke rumah sakit terdekat apabila dibutuhkan, sedangkan layanan otomotif akan dilayani oleh bengkel terdekat," ujarnya lebih detail.

Aplikasi "Bantu" tadi dikembangkan Ghilman Nafadza Hakim sejak 2018 bersama rekan-rekannya dari fakultas yang berbeda-beda, dan bergabung dalam inkubasi Creative Hub FISIPOL UGM. Yaitu Syahrul Mubarok, Stanley Heryanto, Aunisha Firdausy Rafi, Winston Wiradi Pangestu, Yusuf Yudhistira, Anfre, Endy Arfian, dan Umma Amalia.

"Namun untuk sementara, aplikasi ini hanya memiliki jangkauan dengan radius lima kilometer dari titik pusat yang berada di kantor PK4L," jelas Ghilman Nafadza Hakim.

Panut Mulyono, Rektor Universitas gadjah Mada memberikan apresiasi atas aplikasi "Bantu" yang dikembangkan para mahasiswanya.

Menurutnya, aplikasi ini akan menjadi salah satu sarana pendukung upaya UGM dalam meningkatkan rasa aman serta produktivitas kerja di lingkungan kampus.

"Saya sangat bangga dengan kreativitas anak-anak kami. Dengan sistem ini, pelaporan terkait hal-hal yang buruk di lingkungan UGM bisa dilaksanakan dengan cepat dan responsnya bisa dilaksanakan dengan tepat," pungkas Panut Mulyono.

5. Ini Dia, Pemasok Daya yang Bikin Gesits Sukses Melaju

Di pentas Telkomsel Indonesia International Motor Show atau Telkomsel IIMS 2019, booth motor listrik skuter matik atau motrik skutik Gesits ditempatkan satu area dengan berbagai kendaraan roda dua (R2) karya berbagai negara. Membanggakan, bahwa Tanah Air juga telah melahirkan produk sendiri.

Berada di pentas Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran hingga akhir pekan nanti (5/5/2019) produk karya PT Gesits Technologies Indo ini dipajang dalam tiga display. Masing-masing mengusung warna berbeda, seperti merah, hitam, serta putih. Juga disertai dengan macam baterai serta stasiun pengisian ulang atau charging station.

Mengusung dimensi panjang 1.947 mm, lebar 674 mm, serta tinggi 1.135 mm, dengan bobot 94,5 kg, slot pengisian daya motrik skutik Gesits berada di dua titik. Yaitu di dalam jok serta di bawah panel kemudi.

Durasi untuk pengisian daya baterai ini sendiri mencapai tiga hingga empat jam dalam sekali pengisian. Dengan menggunakan baterai lithium NCM berkapasitas 3 kilo-watt-hour yang mampu menempuh perjalanan hingga 100 km dalam satu kali pengisian daya.

Seperti dikutip dari kantor berita Antara (30/4/2019), Gesits diklaim mampu berakseleasi 0 - 50 km dalam waktu lima detik.

Ditilik dari desain, tampak depan mirip dengan produk skutik Jepang dengan lampu sipit memanjang tipe LED Daytime running light, dan HID Projector head lamps.

Sedangkan panel kemudi bergaya digital untuk memudahkan pengendara mendapatkan informasi real time, seperti kecepatan dan daya listrik atau pasokan tenaga yang tersisa dalam baterai. Juga tambahan konektivitas ponsel pintar pengguna dengan si motor sendiri.

Uniknya, di bagian buritan, bergaya skutik Italia dengan lampu menyambung ke dalam.

Dengan sistem transmisi pulley serta suspensi tunggal pada bagian belakang, motrik skutik Gesits mengandalkan velg dimensi 14 inci dilengkapi cakram ganda atau doubledisk brake.

Keren rasanya melaju dengan motrik skutik buatan negeri sendiri, yang telah menggendong berbagai inovasi teknologi kekinian. Terutama, tentu saja, konsep nol emisi.

Tambahan bagi pengunjung yang berminat memiliki Gesits, label khusus di Telkomsel IIMS 2019 adalah Rp 23,5 juta off the road Jakarta, di luar harga pemasaran non pameran ini, yaitu Rp 24,95 juta off the road.

6. Hebat: Mobil Listrik Blits Tembus 3 Ribu km dari Jawa ke Sumatera

Mobil listrik Blits, atau kependekan dari dua perguruan tinggi pembuatnya, yaitu Budi Luhur dan Institut Teknologi 10 November Surabaya, sampai hari ini (9/12/2018) berhasil membukukan catatan menarik. Yaitu tembus 3.200 km perjalanan dari Pulau jawa menuju Sumatera. Demikian dilansir dari kantor berita Antara.

Memasuki Kota Pekanbaru di Provinsi Riau, Tim Blits Explore Indonesia dan tunggangan mereka, Blits, serta Kasuari disambut meriah di halaman Kantor Gubernur Riau.

Agus Mukhlisin, pimpinan Tim Blits Explore Indonesia, mengungkapkan bahwa perjalanan dari Pulau Jawa ke Sumatera cukup lancar. Sayangnya, sempat mengalami gangguan di sekitar Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

"Di Palembang, transmisi mobil sempat bocor dan sempat berhenti dua hari, namun sekarang sudah bisa ditangani," tukasnya, sembari menambahkan bahwa Blits disiapkan untuk Dakar Rally di Amerika Selatan dua tahun mendatang.

Setelah Pekanbaru, selanjutnya adalah Provinsi Aceh serta berlanjut ke Kalimantan. Dengan total jarak tembuh akan mencapai sekitar 16 ribu km dalam rencana keliling Nusantara. Tujuan utamanya adalah menguji komponen mesin kedua mobil, yaitu Kasuari dan Blits.

 

Untuk pengisian baterai, mobil listrik Blits yang memiliki daya baterai 85 Kwh mampu menempuh jarak hingga 350 km dengan kecepatan maksimal 140 km per jam. Sementara mobil Kasuari memiliki daya baterai 35 Kwh, sanggup menempuh jarak 150 km per jam, juga dengan kecepatan maksimal 140 km per jam. Keduanya melaju atas dukungan pendanaan dari PT PLN (Persero).

Adi Lumakso, Executive Vice President Konstruksi Regional Sumatera mengatakan pihaknya akan terus mendukung pengembangan teknologi mobil listrik. Alasannya adalah karya anak bangsa, juga teknologi ramah lingkungan tanpa polusi, serta murah dalam hal perawatan.

Sedangkan M. Irwansyah Putra, GM PLN Unit Induk Wilayah Riau - Kepulauan Riau, menyatakan bahwa PLN akan terus mendukung pengembangan mobil listrik dan telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa stasiun pengisian listrik umum (SPLU).

Khusus di Kota Pekanbaru, jelasnya, SPLU sudah dipasang sebanyak 31 unit di antaranya di depan Masjid Annur, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, dan lapangan olahraga Rumbai.

Mari nantikan bersama, kelanjutan perjalanan mobil listrik Blits dan Kasuari keliling Indonesia.

Breaking News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  • 32
  • 33
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40
  • 41
  • 42
  • 43
  • 44
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • 49
  • 50
  • 51
  • 52
  • 53
  • 54
  • 55
  • 56
  • 57
  • 58
  • 59
  • 60
  • 61
  • 62

Whastapp Button